Informasi Perpustakaan


Cari Informasi :


BELAJAR DI RUMAH WASPADA WABAH CORONA

Dipublish pada hari Selasa, 21 April 2020 | 21:43 WIB

Dengan merebaknya Coronavirus, diikuti dengan berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari pusat sampai daerah. 

Tak terkecuali Kabupaten Blitar, di bawah naungan Dinas Pendidikan juga memberlakukan Work From Home pagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan, pun pemberlakuan Belajar di rumah bagi siswa. 

Semua itu dilakukan dengan tujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh pihak sekolah demi kelancaran kebijakan ini.

Mulai dari rapat sekolah, membahas tugas-tugas yang harus diberikan kepada siswa, mengelola laporan tugas siswa dan melaporkan kepada Dinas Pendidikan,  sampai tindakan penyemprotan disinfektan dilakukan.
 
Kali ini saya fokus akan membahas suka duka belajar di rumah bagi siswa dan orang tua. Karena secara otomatis, orang tua akan terlibat langsung dengan kebijakan ini.

Keadaan siswa saat ini

Setiap hari belajar di rumah, bermain di rumah, tidak boleh bermain jauh, aktivitas sangat terbatas. Itulah gambaran keadaan siswa saat ini dan beberapa hari ke depan.

Belajar dengan dibimbing ibu, ayah atau kakak. Setiap kegiatan harus difoto dan dikirimkan kepada guru.

Mulai dari bangun tidur, membersihkan tempat tidur, shalat subuh, shalat duha, menyapu, mencuci piring, mengerjakan tugas dari sekolah dan lain lain

Anak sedang menyapu halaman/dok.pri
Anak sedang menyapu halaman/dok.pri
Tak dipungkiri kekadang orang tua kesulitan menjelaskan tugas dari sekolah, tersebab tidak semua orang tua bisa memahami materi. Tidak semua orang tua bisa menjadi guru bagi anaknya sendiri. 

Di samping itu, mereka juga harus menjadi juru masak, petugas keamanan, dokter, guru BK dan lain-lain

Andai saja Coronavirus tidak melanda, pasti anak-anak bisa ke sekolah seperti biasanya. Ketemu bapak ibu guru dan teman-teman sekelas. Dapat uang jajan dan bisa beli jajan di kantin sekolah sambil berdesak-desakan penuh canda ria. Bisa bebas berekspresi, bisa berpetualang ke sana ke mari.

Suka duka belajar di rumah

Karena himbauan untuk belajar di rumah, mau tidak mau harus patuh dan setuju, dan tanpa terasa sudah sebelas hari berlalu.
Masih seperti hari-hari kemarin, dengan dibimbing orang tua, mereka mengerjakan tugas manual maupun online.

Anak sedang mengerjakan tugas online/dok.pri
Anak sedang mengerjakan tugas online/dok.pri
Tersirat suka duka di sana, suka duka pemberlakuan belajar di rumah. Sempat ngobrol dengan beberapa wali murid yang lumayan akrab. Meskipun ngobrolnya lewat WAG, bisa terbaca dengan jelas.

Sukanya, sebagian besar orang tua merasa sangat senang bisa terus bersama buah hatinya sepanjang waktu. Bisa memantau belajar anak, bisa memperhatikan dan membantu mengerjakan tugas anak.

Pagi hari tidak ribet, sebab kalau belajar di sekolah harus mempersiapkan semuanya, bangun harus lebih awal, sarapan pagi dan tetek bengek lainnya.

Bagi anak yang terbiasa memakai hand phone, merasa senang belajar di rumah, apabila ada tugas yang tidak dimengerti, bisa langsung browsing di internet, dan merasa mendapat kesempatan emas untuk berlama-lama memakai hand phone, tentunya dengan dalih mengerjakan tugas.

Sedangkan dukanya, bagi orang tua adalah, hampir seluruh waktunya tervorsir untuk membimbing anaknya dalam belajar. Sementara banyak tugas lainnya juga harus dikerjakan. Orang tua harus benar-benar bisa membagi waktu agar semua berjalan dengan lancar.

Belum lagi bagi orang tua yang gaptek, akan merasa kesulitan mana kala tugas anak berupa tugas online dan akan memakan quota yang bagi mereka juga menjadi sebuah persoalan, karena harus mengeluarkan uang khusus untuk itu.

Sering pula orang tua terlibat pertengkaran kecil dengan anak gegara anak ogah-ogahan mengerjakan tugas. Orang tua harus membujuk anak dengan berbagai cara agar mau belajar.

Harus sabar dan telaten menghadapi anaknya sendiri yang kadang menjengkelkan. Kerap kali mereka marah-marah karena merasa kesulitan mengendalikan anaknya sendiri. Mereka menyadari, ternyata betapa sulitnya bertindak sebagai guru. Eee baru tahu ya.

Bagi anak, belajar di rumah merasa kurang lengkap, karena penjelasan orang tua sering tidak memuaskan mereka. Tidak bisa ketemu guru dan teman-teman. Dan bahkan mereka merasa bahwa orang tua,  kebanyakan ibu yang banyak berperan, lebih galak dari pada guru. Nah lo.

Mereka berharap, kita semua berharap, semoga Coronavirus segera berakhir, bisa kembali ke sekolah. Belajar normal seperti biasanya. Bertemu dengan guru dan teman-temannya. Belajar di dalam ruang kelas dan memakai seragam sekolah tentuny




« Kembali ke Arsip Informasi




Login Anggota



ID-User  :
Password:

Registrasi Anggota

  • Register Member

Informasi Perpustakaan


View more

Kategori Buku

Kategori Ebook/Reviews


STATISTIK VISITOR

 Sedang Online       : 1 orang

  Visitor Hari ini        : 3 visitor
  Total Visitor      
    : 7039 orang
  Tayangan hari ini
  : 43 kali
  Total Tayangan      : 720971 kali

KONTAK

Web : www.smkmuhmajenang.sch.id

email E-mail : perpus@smkmuhmajenang.sch.id

Yahoo YM : perpus_smkmuma

email Telpon : 0280 621524



ALAMAT

Jl. Raya Padangjaya No. 261 Majenang Kabupaten Cilacap

Kode Pos : 53257